Karnaval Budaya dan Pembangunan, Saat Tradisi Kembali Berdenyut di HUT Kota Sukabumi Ke-112 

Arak - arakan karnaval budaya dan pembangunan meriahkan peringatan HUT Kota Sukabumi ke-112. (Foto: BRANDA. CO.ID)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Ruas-ruas jalan di Kota Sukabumi berubah menjadi panggung terbuka. Warna-warni kostum, alunan musik tradisional, hingga langkah-langkah penuh semangat para peserta karnaval menyatu dalam satu irama: merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi, Sabtu (18/4/2026).

Di antara kerumunan, anak-anak berdiri di pinggir jalan dengan mata berbinar, sementara para orang tua mengabadikan momen lewat gawai mereka.

Karnaval budaya bukan sekadar tontonan, ia menjadi ruang temu antara masa lalu dan masa kini, antara tradisi dan wajah baru kota yang terus tumbuh.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat umum.

Setiap peserta menampilkan kekayaan budaya dengan ciri khas masing-masing, seolah ingin menegaskan bahwa Sukabumi bukan hanya kota administratif, melainkan ruang hidup yang sarat identitas dan kreativitas.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, memandang karnaval ini  lebih dari sekadar perayaan seremonial. Baginya, ini adalah cara menghidupkan kembali denyut tradisi yang sempat meredup.

“Ini bagian dari pelestarian budaya. Sejak dulu, Kota Sukabumi dikenal sebagai kota karnaval. Tradisi ini kita hidupkan kembali agar masyarakat juga mendapatkan hiburan,” ujarnya.

Di balik kemeriahan itu, ada pendekatan yang berbeda dalam penyelenggaraan. Pemerintah Kota Sukabumi tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran daerah.

Kolaborasi dengan berbagai pihak dan sponsor menjadi kunci, sehingga perayaan tetap berlangsung tanpa mengganggu fokus utama pembangunan.

“Kegiatan seperti ini tidak akan mengganggu program pembangunan yang pro terhadap masyarakat. Pembangunan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Ayep.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist