BRANDA.CO.ID – Meski kasus dugaan Minyakita berbau solar menghebohkan Jawa Tengah, Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur memastikan produk Minyakita yang beredar di Cianjur dan Sukabumi aman dikonsumsi.
Bulog bahkan melakukan uji langsung dengan menggoreng minyak tersebut dan mengonsumsinya bersama saat makan siang kantor.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan pemeriksaan menyeluruh setelah muncul laporan dugaan kontaminasi Minyakita di Jawa Tengah.
Menurutnya, produk bermasalah di daerah tersebut sudah ditarik dari peredaran dan pihak produsen telah mengakui kesalahan serta siap mengganti produk terdampak.
“Insya Allah wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi aman dan layak dikonsumsi,” ujar Azwar, Jumat (2/7/2026).
Azwar menjelaskan, Bulog Cianjur memang menerima pasokan dari produsen yang sama. Namun batch minyak yang masuk ke wilayah Cianjur berbeda dengan batch yang dilaporkan bermasalah di Jawa Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog melakukan pemeriksaan berlapis mulai dari pengecekan visual, aroma, hingga uji goreng untuk memastikan kualitas minyak tetap sesuai standar.
“Kami melakukan uji goreng di kantor dan digunakan untuk konsumsi makan siang bersama. Alhamdulillah tidak ada indikasi bau solar,” katanya.
Tak hanya itu, hingga kini Bulog Cianjur juga mengaku belum menerima laporan ataupun keluhan masyarakat terkait kualitas Minyakita bantuan pangan yang beredar di wilayahnya.
Kasus dugaan minyak tercampur solar ini juga membuat Bulog memperketat standar pengawasan mutu.
Jika sebelumnya pemeriksaan hanya fokus pada kondisi kemasan dan tampilan produk, kini uji goreng menjadi prosedur tambahan yang wajib dilakukan.
Pemeriksaan pun dilakukan dua lapis, yakni di pabrik sebelum pengiriman dan kembali dicek saat barang tiba di gudang Bulog.
Azwar berharap produsen lebih disiplin menerapkan SOP agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara Bulog bersama pemerintah daerah dan desa akan terus mengedukasi masyarakat bahwa produk bantuan pangan yang disalurkan telah melewati pengawasan ketat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas Minyakita yang disalurkan di wilayah kami,” pungkasnya.***

