BRANDA.CO.ID – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan tak selalu harus datang dari anggaran pemerintah. Di Kota Sukabumi, semangat gotong royong justru menjadi kekuatan untuk menghadirkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.
Semangat itulah yang kembali diwujudkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sukabumi melalui program BERAKSI (Berbagi Berkah dengan Kolaborasi).
Program yang digelar secara berkala ini menjadi ruang kolaborasi antara TP-PKK dengan sejumlah pihak untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan para donatur maupun lembaga yang memiliki kepedulian sosial.
Terbaru, bantuan disalurkan kepada 2 orang warga di Kelurahan Warungdoyong, Kota Sukabumi, Jumat (25/9/2026).
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, mengatakan BERAKSI dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang disampaikan masyarakat.
Bantuan yang diberikan pun tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar diperlukan penerima manfaat.
“Kegiatan BERAKSI hari ini, PKK bekerja sama dengan Dinsos, PMI, serta pihak ketiga seperti filantropi atau DT Peduli untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ranty usai menyerahkan bantuan.
Menurutnya, alat bantu kesehatan menjadi salah satu kebutuhan yang cukup banyak disampaikan masyarakat. Karena itu, dalam sejumlah pelaksanaan BERAKSI, bantuan berupa kursi roda hingga alat bantu dengar menjadi bagian yang diprioritaskan.
“Selain alat bantu, program BERAKSI juga menyentuh kebutuhan mendasar lainnya,” kata Ranty.
Yang menarik, program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bantuan dihimpun melalui semangat rereongan atau gotong royong dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Ini non-APBD. Anggarannya dari sistem rereongan atau bantuan pihak ketiga yang betul-betul ingin membantu masyarakat. TP-PKK di sini berperan sebagai penyambung atau jembatan antara para donatur dan masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.
Ranty menyebut, BERAKSI sejauh ini telah dilaksanakan sekitar lima hingga enam kali, dengan frekuensi kegiatan kurang lebih satu kali dalam sebulan.
Ke depan, TP-PKK Kota Sukabumi berencana meningkatkan intensitas kegiatan tersebut agar dapat lebih rutin menyapa masyarakat.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan yakni pelaksanaan BERAKSI setiap Jumat, meski pelaksanaannya tetap menyesuaikan agenda dan kondisi di lapangan.
Bagi TP-PKK, keberadaan BERAKSI bukan semata soal bantuan yang diberikan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi upaya mempertemukan kepedulian dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Melalui aksi kolaboratif ini, diharapkan semakin banyak warga Kota Sukabumi yang membutuhkan dapat terbantu secara tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Ranty.***

