Ramai Hastag Indonesia Gelap, Ini Penjelasannya Ketua PC PMII Cianjur

ilistrasi: Demo Mahasiswa. (Foto: Ist/Net)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Belakangan ini Aliansi Mahasiswa Nasional, banyak menggalakan kekuatan untuk aksi 20 Februari 2025 #IndonesiaGelap, ada apa ya?

Menurut Ketua PC PMII Cianjur Saepul Rohman, setidaknya ada beberapa informasi tuntutan yang menjadi isu Mahasiswa yang di galakan dalam rencana aksi tersebut.

Diantaranya muncul dari Aliansi Bem Seluruh Indonesia (BEM SI) terdiri dari lima point utama yaitu :

1. Menuntut pencabutan inpres nomor 1 tahun 2025 tentang pemangkasan anggaran diberbagai sektor, termasuk pendidikan.

2. Menolak Pasal RUU Minerba. rencana pemberian izin usaha pertambangan (IUP) bagi perguruan tinggi yang tercantum dalam revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba).
3. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Dengan adanya program MBG, dana APBN terkuras sehingga memerlukan efisiensi anggaran. program ini harus dievaluasi untuk kemudian tepat sasaran.
4. Kaji Ulang Pemangkasan Anggaran Kita merasa gelisah dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, karna kekhawatirann bahwa pemotongan anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo dapat menghambat perkembangan dan kemajuan perguruan tinggi.
5. Tuntut Perppu Perampasan Aset Hal ini menjadi salahsatu tuntutan dan menagih komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.

Dengan penggalangan kekuatan tersebut, kata Saepul Rohman, gerakan kritis kebijakan kebijakan oleh mahasiswa ini sebetulnya sudah dilakukan sejak evaluasi kinerja 100 hari pemerintahan Prabowo yang memang tentunya ada pro dan kontra.

“Hal ini menjadi wajar karena tugas mahasiswa tidak hanya berdiam diri dibangku kuliah saja, tetapi kita juga sebagai agen of caheng atau agen perubahan, dengan kata lain ketika kebijakan pemerintah tidak lagi bermuara untuk kepentingan rakyat maka hanya ada satu kata yaitu lawan,” ungkapnya Rabu, (19/2/25).

Saepul menambahkan, yang cukup menjadi banyak perhatian semua kalangan salah satu kebijakan Presiden soal efisiensi anggaran.

“Kami dan kebanyakan mahasiswa khawatir dengan kebijakan ini malah sekyor perguruan tinggi kena dapak, seperti pengurangan beasiswa, kenaikan UKT dan lain nya menjadi problem besar bagi kami,” tuturnya.

Walaupun dalam hal ini PMII secara kelembagaan tidak ikut dalam kegiatan tersebut, menurut Saepul Rohman, dirinyasangat mendukung dan mendorong penuh dengan aksi yang dilakukan tersebut, kareana menurutnya kritik menjadi sebuah keharusan.

“Saya, secara pribadi sangat mendukung dengan apa yangdilakukan sahabat kami besok, namun secara kelembagaan kami belum bersikap, dan sebetulnya PB PMII dan lembaga kami sudah banyak menyuarakan aksi kritis melalui media sejak kemarin,” ujarnya. (Isn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist