BRANDA.CO.ID – Pemerintah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi terus menggenjot hasil produksi pertanian di wilayah Desa tersebut. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan predikat sebagai Desa mandiri yang terkenal memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Kades Kebonpedes, Dadan Apriandani mengatakan, langkah yang dilakukan pihak desa untuk meningkatkan nilai indeks desa yakni mensuport Bumdes untuk terus berinovasi dan meningkatkan hasil pertanian.
“Karena potensi Desa Kebonpedes yang paling menonjol yaitu disektor pertanian. Hampir 60 persen penduduk merupakan petani,” kata Dadan kepada Branda.co.id, Kamis (8/5/2025).
Sebelumnya, Desa Kebonpedes telah berhasil membudidayakan labu Kabocha atau yang lebih populer dikenal dengan nama labu jepang.
“Sedangkan untuk menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pasar saat ini, kita mulai menanam cabe dan semangka,” ujarnya.

Diluar itu, lanjut Dadan, pihaknya pun terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani padi. Langkah yang akan dilakukan yakni berhubungan dengan program koperasi desa.
“Insya Allah dengan program Koperasi Desa, kami akan mensuport para pelaku UMKM dan para petani terkait permodalan,” imbuhnya.
Selain permodalan, tambah Dadan, koperasi Desa mempunyai rencana kerja dalam membantu masalah pemasaran untuk mendapatkan harga standar Bulog. Diketahui saat ini harga gabah yang diterima oleh Bulog Rp 6.500/kg.
“Karena saat ini, para petani masih menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga yang sangat minim. Harapannya kedepan para petani bisa mendapatkan harga sesuai standar Bulog,” tandasnya. (Her)

