BRANDA.CO.ID – Di tengah kekayaan warisan sejarah Indonesia, terdapat sebuah situs purbakala yang namanya kerap mengundang senyum sekaligus tanda tanya, yaitu Candi Asu.
Terletak di Dusun Asu, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Candi Asu bukan hanya menawarkan pesona arsitektur kuno, tetapi juga daya tarik dari namanya yang unik.
Bagi sebagian orang, nama “Asu” mungkin terdengar kontroversial, mengingat dalam bahasa Jawa berarti anjing. Namun, jangan biarkan nama tersebut mengaburkan nilai historis dan keindahan yang dimiliki Candi Asu.
Sejarawan dan arkeolog percaya bahwa nama “Asu” kemungkinan besar bukan merujuk pada hewan anjing secara harfiah, melainkan memiliki makna lain yang tersembunyi, bisa jadi terkait dengan toponimi lokal atau peristiwa penting di masa lampau.
Ada pula dugaan bahwa nama tersebut merupakan kependekan atau pelesetan, dari nama asli yang lebih panjang dan mungkin telah terlupakan seiring waktu.
Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, sezaman dengan candi-candi di Dataran Tinggi Dieng. Struktur bangunannya menunjukkan ciri khas arsitektur Hindu, dengan sebagian besar materialnya terbuat dari batu andesit.
Meskipun tidak sebesar candi-candi megah lainnya di Jawa Tengah, Candi Asu memiliki pesonanya sendiri. Relief-relief yang menghiasi dinding candi, meski beberapa sudah aus termakan usia, ia masih menyimpan cerita tentang masa lalu dan kepercayaan masyarakat Hindu kala itu.
Di sekitar area candi, juga ditemukan beberapa arca dan reruntuhan batu lainnya, mengindikasikan bahwa situs ini dulunya mungkin merupakan kompleks peribadatan yang lebih besar.
Lingkungan sekitar candi yang tenang dan dikelilingi hijaunya pepohonan, menambah suasana damai bagi para pengunjung yang ingin merenungi jejak peradaban kuno.
Selain nilai sejarahnya, Candi ini kini menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi para pencinta sejarah, arkeologi, maupun wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.
Keunikan namanya seringkali menjadi magnet pertama yang menarik perhatian, memicu rasa ingin tahu untuk datang dan melihat langsung keindahan situs ini.
Bagi mereka yang gemar berpetualang, perjalanan menuju Candi ini juga menawarkan pemandangan pedesaan yang asri dan udara pegunungan yang segar, mengingat lokasinya yang tidak jauh dari lereng Gunung Merapi.

