Asal Usul Terciptanya Bakso, Hidangan yang Berawal Dari Bakti Sang Anak Kepada Ibu

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.IDDi balik setiap gigitan nikmat semangkuk bakso hangat, tersembunyi sebuah kisah yang jauh lebih dalam dari sekadar perpaduan daging dan rempah.

Bakso, yang dikenal sebagai hidangan favorit banyak orang ini bukan hanya sekadar kuliner lezat, melainkan wujud nyata dari bakti seorang anak kepada ibunya.

Perjalanan bakso dimulai sekitar abad ke-17 di Tiongkok, di mana kepedulian seorang pemuda bernama Meng Bo terhadap kondisi sang bunda yang sudah tua dan sangat menyukai daging.

Namun, seiring bertambahnya usia, gigi sang ibu mulai melemah, membuatnya kesulitan untuk mengunyah daging yang keras. Meng Bo, yang sangat mencintai ibunya, merasa sedih melihat ibunya tidak bisa lagi menikmati hidangan daging favoritnya.

Ia terus memutar otak mencari cara agar ibunya tetap bisa mengonsumsi daging dengan mudah. Meng Bo kemudian mendapatkan ide cemerlang. Ia teringat akan sebuah teknik menghaluskan makanan yang biasa digunakan untuk membuat kue dari beras ketan.

Dengan tekad kuat, ia mencoba menerapkan teknik tersebut pada daging. Ia pun mulai mengambil potongan daging segar, lalu menumbuknya berulang kali hingga benar-benar halus dan lumat.

Setelah daging menjadi pasta yang lembut, ia membentuknya menjadi bola-bola kecil. Bola-bola daging ini kemudian ia masak dengan cara direbus dalam air mendidih hingga matang.

Ketika disajikan kepada ibunya, betapa senangnya Meng Bo melihat ibunya bisa menikmati daging tanpa kesulitan mengunyah. Bola-bola daging halus ini terasa empuk dan mudah ditelan, membuat sang ibu sangat bahagia. Dari sinilah, hidangan inovatif ini lahir.

Hidangan bola daging buatan Meng Bo ini kemudian dikenal dengan nama “bakso”. Secara etimologi, kata “bakso” sendiri berasal dari dialek Hokkien, daging halus” atau “daging lunak”.

Kabar tentang hidangan lezat dan mudah dicerna ini dengan cepat menyebar. Banyak orang tertarik untuk mempelajari cara membuatnya.

Seiring waktu, para imigran Tiongkok yang merantau ke berbagai negara, termasuk Indonesia, membawa serta resep dan tradisi membuat hidangan ini.

Di Indonesia, bakso mengalami akulturasi budaya yang kaya, disesuaikan dengan lidah lokal, dan menjadi salah satu kuliner jalanan paling digemari.

Kini, hidangan ini tidak hanya terbuat dari daging sapi, tetapi juga ada ayam, ikan, hingga urat. Berbagai variasi dan inovasi terus bermunculan, menjadikannya hidangan yang tak lekang oleh waktu dan selalu dicari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist