BRANDA.CO.ID – Sidang kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan tersangka UW terhadap anak di bawah umur yang rencananya akan digelar Pengadilan Negeri (PN), Jalan Raya Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Senin (16/6/2025) diundur.
Meski demikian, kuasa hukum yang ditunjuk oleh keluarga korban, Kabid Hukum DPC Grib Jaya Kota Sukabumi, Wikra Febrian SH akan terus konsisten mengawal proses persidangan sampai tuntas.
“Hari ini sidang pertama, namun tiba tiba ditunda secara mendadak, Informasinya karena ada agenda dari pengadilan negeri,”kata Wikra didampingi beberapa anggota GRIB Jaya, Kota Sukabumi kepada wartawan, Senin (17/6/2025).
Wikra menyebutkan, sidang diundur sampai 18 Juni ini diketahui melalui situs resmi PN Kota Sukabumi dan pihak JPU tidak memberitahu sebelumnya.
“Dalam sidang nanti juga akan dihadirkan para saksi saksi termasuk tersangka. Mudah – mudahan tidak diundur lagi, karena kasus ini sudah berlarut larut, hampir satu tahun belum tuntas. Doakan saja agar berjalan lancar dan pelaku dihukum maksimal,” ungkap Wikra.
Wikra menegaskan, jika putuskan hakim tidak maksimal, maka pihaknya akan menempuh jalur komisi yudisial dan komisi jaksa.
Namun, dia mempercayai bahwa hakim dan jaksa tidak akan berpihak kepada pelaku, pun akan memutuskan hukuman sesuai dengan perbuatannya.
Di sisi lain, Wikra menyebutkan, Grib Jaya hadir untuk masyarakat dan juga sebagai organisasi yang dapat menjadi tumpuan masyarakat. Satu di antaranya dengan adanya peran advokasi dan menampung aspirasi masyarakat kecil.
“Mudah mudahan ini juga menjadi langkah Kota Sukabumi membantu menjadi kota layak anak. Jangan sampai dengan kasus ini malah menjadi citra buruk kota tercinta,” tutup Wikra.
Koordinator pendamping PKH Kota Sukabumi dari Kementerian Sosial Yanuar Kristi menambahkan, akan melakukan pendampingan terhadap korban.
Sebab, khawatir korban mengalami trauma akibat kejadian yang memilukan, sehingga butuh pendampingan sosial dan memberikan kebutuhan dasarnya.
“Lalu kita akan terus melakukan assesment dan melihat perkembangan korban, apakah berdampak pada aktifitas sekolahnya, bila memang ada ketidaknyamanan yang dirasakan korban akan coba kita berikan solusi alternatif lain,” ucap pria yang akrab disapa Bozes. (Her)

