Menelusuri Jejak Sejarah Salatiga, Kota Tertua Kedua di Indonesia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Salatiga, sebuah kota di Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Berdasarkan Prasasti Plumpungan yang ditemukan di Salatiga, kota ini sudah ada sejak 24 Juli 750 Masehi.

Prasasti tersebut mengatur status tanah perdikan, sebuah penghargaan istimewa dari seorang raja kepada daerah yang berjasa. Dengan demikian, Salatiga menjadi kota tertua kedua di Indonesia setelah Palembang yang berdiri sejak 682 Masehi.

Pada masa penjajahan Belanda, tempat ini dikenal sebagai kota yang memiliki udara sejuk dan letak geografis yang strategis. Pada 1 Juli 1917, berdasarkan Staatblad 1917 No. 266, Stad Gemeente Salatiga didirikan dengan wilayah yang terdiri dari 8 desa.

Selama periode penjajahan, beberapa tokoh asal Salatiga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti Brigadir Jenderal Sudiarto, Marsekal Muda Agustinus Adisutjipto, dan Laksamana Madya Yosaphat Sudarso.

Setelah kemerdekaan, wilayah ini mengalami perubahan administratif. Pada tahun 1992, melalui Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 1992, Salatiga dibagi menjadi 5.898 hektar dengan pembentukan 4 kecamatan yang terdiri dari 22 kelurahan.

Seiring dengan perkembangan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tempat ini berubah status menjadi Kota Salatiga.

Kini, wilayah ini tidak hanya dikenal sebagai kota dengan sejarah panjang, tetapi juga sebagai kota yang memiliki keindahan alam dan budaya yang kaya.

Dengan usia lebih dari 1.200 tahun, Salatiga tetap menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist