BPBD Cianjur Tetapkan Status Siaga, Waspadai Longsor di Wilayah Selatan Saat Musim Hujan

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. (Foto: Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor dan pergerakan tanah, khususnya di wilayah Cianjur selatan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan seluruh wilayah Cianjur memiliki potensi bencana alam saat musim hujan, seperti tanah longsor, banjir, gelombang tinggi, hingga gempa bumi. Namun, yang paling sering terjadi adalah tanah longsor dan pergerakan tanah.

“Setiap musim hujan, bencana yang paling sering terjadi adalah longsor dan pergerakan tanah,” ujar Asep, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, daerah yang paling rawan berada di wilayah selatan Cianjur, di antaranya Kecamatan Kadupandak, Cijati, Leles, Cibinong, Agrabinta, Cidaun, Campaka, dan Sukanagara.

Kondisi geografis berupa perbukitan dan kontur tanah yang tidak stabil membuat wilayah tersebut rentan terhadap longsor.

Asep mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan atau kawasan rawan longsor agar selalu waspada, terutama ketika terjadi hujan deras dengan durasi panjang.

“Kalau hujan turun lama, sebaiknya warga mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga yang lokasinya lebih aman dari ancaman longsor,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan status siaga bencana alam selama enam bulan, mulai Oktober 2025 hingga April 2026 mendatang.

“Kita juga sudah menggelar apel kesiapsiagaan bencana bersama instansi dan pihak terkait lainnya sebagai langkah antisipasi,” kata Asep.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist