BRANDA.CO.ID — Kabupaten Cianjur diprediksi akan mengalami lonjakan produksi beras hingga 20 persen pada tahun 2025.
Kenaikan ini membuat daerah yang memiliki julukan Kota Santri ini berpeluang besar kembali mencatatkan surplus beras hingga 20 persen.
Kepala Bidaing Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, mengatakan proyeksi surplus ini sejalan dengan meningkatnya produksi gabah kering giling (GKG) yang pada 2025 diperkirakan mencapai 750 ribu ton, naik dari 630 ribu ton pada 2024 berdasarkan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA).
Dengan asumsi rendemen rata-rata lima tahun terakhir sebesar 58 persen, total estimasi produksi beras Cianjur pada 2025 mencapai sekitar 450 ribu ton.
“Angka ini memungkinkan kita mencapai surplus 20 persen, karena konsumsi tidak meningkat signifikan,” kata Dandan kepada wartawan, Rabu (6/11/2024).
Dadan menjelaskan, peningkatan produksi bukan berasal dari produktivitas yang justru sedikit menurun dari 5,8 ton menjadi 5,7 ton per hektare, melainkan karena luas tanam meningkat signifikan dari 158 ribu hektare (2024) menjadi 166 ribu hektare (2025).
“Faktor cuaca kemarau basah dan perbaikan infrastruktur irigasi turut mendorong perluasan lahan tanam dan potensi panen,” imbuhnya.
Berdasarkan keterangannya, beberapa kecamatan menjadi penyumbang terbesar produksi padi, seperti Naringgul dan Cidaun yang memiliki lahan sawah lebih dari 4.000 hektare, serta Cibeber, Karangtengah, Pagelaran, Agrabinta, Kadupandak, dan Sukaresmi dengan luas sawah di atas 3.000 hektare.
“Dinas TPHPKP memberi perhatian khusus pada wilayah lumbung seperti Pagelaran, Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, dan Naringgul, termasuk memperkuat fasilitas dan infrastruktur pertanian untuk mempercepat peningkatan produksi,” terangnya.***

