BRANDA.CO.ID – Tim Cook resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Apple setelah hampir 15 tahun memimpin perusahaan teknologi raksasa tersebut. Posisi pucuk pimpinan kini akan diserahkan kepada John Ternus, yang dijadwalkan mulai efektif pada 1 September 2026.
Pengunduran diri Tim Cook diumumkan pada Selasa, 21 April 2026. Apple menyatakan bahwa proses transisi telah direncanakan secara matang dan mendapat persetujuan penuh dari dewan direksi.
Selama masa peralihan, Cook akan tetap memimpin operasional hingga musim panas 2026 guna memastikan stabilitas perusahaan Apple. Setelah itu, ia akan beralih peran menjadi Executive Chairman, dengan fokus pada strategi jangka panjang dan hubungan global.
Sosok John Ternus
John Ternus bukan nama baru di perusahaan ini. Ia telah bergabung sejak 2001 dan saat ini menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering.
Ternus dikenal memiliki kontribusi besar dalam pengembangan berbagai produk utama Apple seperti iPhone, iPad, dan Mac. Ia juga berperan penting dalam inovasi perangkat keras perusahaan selama lebih dari dua dekade.
Dalam pernyataannya, Tim Cook menyebut Ternus sebagai sosok visioner yang tepat untuk membawa perusahaan ini ke masa depan.
Warisan Tim Cook
Tim Cook mulai menjabat sebagai CEO pada 24 Agustus 2011, menggantikan pendiri legendaris Steve Jobs. Selama kepemimpinannya, perusahaan ini mengalami pertumbuhan signifikan, di antaranya:
– Pendapatan tahunan meningkat dari sekitar 108 miliar dolar AS menjadi lebih dari 416 miliar dolar AS pada 2025
– Kapitalisasi pasar melonjak hingga menembus 4 triliun dolar AS
– Peluncuran produk populer seperti Apple Watch, AirPods, dan pengembangan layanan digital
Cook menyebut memimpin perusahaan ini sebagai “kehormatan terbesar dalam hidupnya” dalam pernyataan resmi perpisahannya.
Tantangan John Ternus ke Depan
Sebagai CEO baru, John Ternus akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk persaingan industri teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat.
Namun, latar belakang teknis dan pengalamannya di bidang rekayasa perangkat keras, diyakini menjadi modal kuat untuk melanjutkan inovasi Apple di masa depan.

