ANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi masih terus berupaya menghiduojan kembali roda perekenomian di Pasar Lembursitu.
Untuk mengaktivasi Pasar Lembursitu ini memang merupakan pekerjaan rumah yang cukup serius. Faktanya, meski pemerintah telah menggratiskan sementara biaya sewa lapak, namun minat pedagang untuk benar-benar berjualan di lokasi tersebut masih rendah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru empat kios yang aktif beroperasi setiap hari. Padahal, jumlah pedagang yang telah menandai atau memesan lapak terbilang cukup banyak.
“Dari total 53 kios, sebanyak 34 sudah ditandai pedagang. Untuk los, baru satu dari total 26. Namun, yang benar-benar buka setiap hari baru empat kios,” ujarnya, Jumat (24 April 2026).
Berdasarkan hasil kajian, kondisi ini dipicu oleh sikap saling menunggu antara pedagang dan faktor pendukung lainnya. Para pedagang enggan membuka lapak karena khawatir sepi pembeli.
“Kendalanya seperti ayam dan telur, mana yang duluan. Pedagang ingin ada angkutan umum yang masuk ke area pasar. Sementara sopir angkutan umum menunggu fasilitasnya lengkap dulu baru mau masuk,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Sukabumi bersama pihak terkait telah menyepakati langkah awal, yakni mendorong angkutan umum untuk mulai melintasi area pasar, sembari melengkapi fasilitas pendukung secara bertahap.
“Sopir angkutan umum menginginkan adanya penunjuk arah, kanopi, dan fasilitas penumpang. Sambil itu dipenuhi, angkutan umum akan mulai diarahkan masuk ke pasar agar suasana terlihat ramai,” katanya.
Selain itu, Pemkot juga berencana menghadirkan pelaku usaha dengan produk-produk yang sedang viral sebagai daya tarik tambahan bagi pengunjung.
“Kami akan mencoba menempatkan pelaku usaha yang produknya sedang viral agar bisa menarik minat masyarakat. Targetnya, pada 3 Mei nanti seluruh lapak yang sudah ditandai bisa mulai beroperasi,” terangnya.
Terkait kebijakan pembebasan biaya sewa, Een menyebutkan program tersebut berlaku hingga akhir Juni 2026. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi lebih lanjut.
“Lapak gratis ini berlaku selama tiga bulan sampai akhir Juni. Setelah itu akan ditinjau kembali. Jika nanti dikenakan biaya, tarifnya tetap terjangkau, bahkan ada yang hanya sekitar Rp4 ribu per hari. Untuk kios terbesar pun hanya sekitar Rp3 jutaan per tahun,” pungkasnya.***

