Bumi Ageung Cikidang, Wisata Heritage di Cianjur yang Kaya Cerita Sejarah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kabupaten Cianjur tidak hanya dikenal dengan wisata alamnya yang memikat, tetapi juga memiliki destinasi wisata sejarah yang sarat nilai budaya, yakni Bumi Ageung Cikidang.

Bangunan bersejarah Bumi Ageung Cikidang ini menjadi saksi perjalanan panjang, perjuangan bangsa Indonesia sejak masa kolonial hingga kemerdekaan.

Berlokasi di Jalan Moch Ali, Solokpandan, Kecamatan Cianjur, bangunan tua bergaya klasik ini masih berdiri kokoh dan mempertahankan arsitektur aslinya. Tidak heran jika Bumi Ageung Cikidang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Cianjur, bagi pecinta budaya dan sejarah.

Nama “Bumi Ageung” berasal dari bahasa Sunda yang berarti “rumah besar”. Bangunan ini merupakan rumah milik Bupati Cianjur ke-10, yaitu Raden Aria Adipati Prawiradiredja II yang memimpin Cianjur pada periode 1862–1910.

Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1886 sebagai tempat peristirahatan keluarga bupati. Setelah sang bupati wafat, bangunan ini diwariskan kepada putrinya, Raden Ayu Tjitjih Wiarsih.

Seiring berjalannya waktu, rumah ini tidak hanya menjadi tempat tinggal keluarga bangsawan, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Salah satu fakta menarik dari Bumi Ageung adalah keterkaitannya dengan pembentukan PETA (Pembela Tanah Air). Pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943–1945, bangunan ini digunakan sebagai tempat pertemuan dan perumusan strategi perjuangan yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja.

Karena memiliki nilai strategis dalam perjuangan, Bumi Ageung pernah menjadi target serangan pada masa agresi militer. Meski demikian, bangunan utama tetap bertahan hingga sekarang dan menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Cianjur.

Daya tarik lain dari Bumi Ageung terletak pada arsitekturnya yang memadukan gaya tradisional Sunda dan sentuhan kolonial Belanda. Bangunan ini memiliki jendela besar, dinding kokoh, serta tiang-tiang kayu klasik yang memberikan nuansa tempo dulu.

Di dalam rumah, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi benda antik seperti:

– Foto dokumentasi keluarga bangsawan Cianjur

– Perabotan kayu kuno

– Alat musik tradisional Sunda

– Peralatan makan peninggalan zaman kolonial

– Dokumen dan artefak sejarah

Sebagian besar koleksi tersebut masih dirawat oleh keturunan keluarga pemilik rumah hingga saat ini.

Karena nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Bumi Ageung Cikidang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Nasional sejak tahun 2010 oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Penetapan ini menjadikan Bumi Ageung sebagai salah satu aset budaya penting di Jawa Barat yang wajib dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Bumi Ageung Cikidang berada tidak jauh dari pusat Kota Cianjur sehingga cukup mudah dijangkau wisatawan. Lokasinya juga dekat dengan beberapa pusat kuliner dan destinasi lain di kawasan Cianjur.

Wisatawan yang datang biasanya tertarik untuk mempelajari sejarah perjuangan Indonesia sekaligus menikmati suasana rumah klasik peninggalan masa kolonial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist