Viral Princess Kako Jepang Tertidur di Pesawat Ekonomi, Kesederhanaannya Jadi Sorotan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID Anggota kerajaan seringkali diasosiasikan dengan fasilitas terbaik dan prioritas dalam segala hal. Namun baru-baru ini, Princes Kako dari Kekaisaran Jepang terlihat tertidur di pesawat kelas ekonomi.

Princes Kako dari Akishino, yang merupakan putri kedua dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko, menjadi perbincangan hangat setelah video dirinya naik pesawat menuju Brasil tersebar luas di media sosial.

Sekilas, video tersebut hanya memperlihatkan Princes Kako menyusuri lorong pesawat dan menuju tempat duduknya. Namun netizen terkejut saat melihatnya menempati kursi di kelas ekonomi, bukan kelas bisnis atau VIP.

Tak hanya itu, pengunggah video juga memperlihatkan Putri Kako yang terlelap pulas, dengan menyandarkan kepalanya di jendela pesawat.

Wanita berusia 31 tahun ini, meski sedang dalam kunjungan resmi sebagai anggota kerajaan, memilih untuk duduk di kelas ekonomi untuk perjalanan yang cukup panjang, dan bahkan bisa tertidur dengan kondisi demikian.

Dilansir dari South China Morning Post, Putri Kako saat itu sedang dalam perjalanan resmi selama 11 hari untuk memperingati 130 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Brasil.

Sebelum naik pesawat, ia diketahui telah melakukan kunjungan ke empat tempat berbeda pada hari yang sama, yang kemungkinan besar menjadi penyebab kelelahannya.

Di kolom komentar, banyak netizen meninggalkan pujian atas kesederhanaan dan dedikasinya. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik pengunggah video karena dianggap tidak menghargai privasi Putri Kako.

Putri Kako sendiri memang menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak kakaknya, Putri Mako, meninggalkan istana pada tahun 2021 setelah menikah dengan teman kuliahnya dan pindah ke Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Putri Kako ditunjuk untuk mewakili keluarga kekaisaran dalam berbagai perjalanan solo ke luar negeri.

Keponakan dari Kaisar Naruhito ini menuai banyak respons positif karena kecantikan, keanggunan, dan ketulusannya. Beberapa media lokal bahkan menyebutnya sebagai “harapan Jepang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist