BRANDA.CO.ID – Kolang kaling, buah berbentuk pipih berwarna putih dengan tekstur kenyal, seringkali menjadi primadona saat bulan Ramadan tiba.
Rasanya yang segar dan teksturnya yang unik membuat kolang kaling menjadi salah satu bahan favorit untuk takjil. Namun, tahukah Anda bagaimana proses pembuatan kolang kaling yang unik ini?
Nah seperti yang diketahui, kolang kaling berasal dari biji buah aren (Arenga pinnata). Pohon aren sendiri banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Proses pembuatannya dimulai dari pemanenan buah aren yang sudah matang. Buah aren yang sudah matang biasanya ditandai dengan warna kulitnya yang hitam, dan daging buahnya yang lunak.
Setelah dipanen, buah aren kemudian dibakar atau direbus untuk menghilangkan getah yang gatal. Proses ini juga bertujuan untuk memudahkan pengambilan biji aren.
Biji aren yang sudah diambil kemudian direbus kembali selama beberapa jam hingga lunak. Setelah lunak, biji aren kemudian dipukul-pukul atau diinjak-injak untuk mengeluarkan daging buahnya.
Daging buah caruluk yang sudah dikeluarkan kemudian direndam dalam air kapur, selama beberapa hari. Proses perendaman ini bertujuan untuk menghilangkan rasa asam dan membuat tekstur kolang kaling menjadi lebih kenyal.
Setelah direndam, kemudian dicuci bersih dan direbus kembali hingga matang. Nah yang sudah matang, kemudian bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan, seperti kolak, es campur, atau manisan.

