BRANDA.CO.ID – Ketersediaan beras di Kabupaten Cianjur berada dalam kondisi sangat aman. Bahkan, Bulog Cabang Cianjur mencatat stok yang tersimpan saat ini mencapai sekitar 18 ribu ton, volume yang terbilang melimpah hingga melebihi kapasitas gudang yang tersedia.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Cianjur, Jajang Nurohman, mengatakan stok yang besar tersebut tidak hanya menjamin kebutuhan hingga akhir 2025, tetapi juga masih mencukupi beberapa bulan pertama pada 2026.
“Warga Cianjur tidak perlu khawatir soal beras. Stok kita aman hingga akhir tahun, bahkan melewati awal 2026,” ujar Jajang, Selasa (9/12/2025).
Namun, melimpahnya persediaan itu membuat Bulog harus menyewa gudang tambahan. Kapasitas dua gudang induk—Panembong dan Bojong—hanya mampu menampung sekitar 4 ribu ton, jauh di bawah total stok yang harus dipertahankan.
“Gudang Panembong dan Bojong masing-masing hanya 2.000 ton. Sisanya kita titipkan di gudang sewaan untuk menjaga kualitas dan distribusi,” jelasnya.
Selain menjaga cadangan, Bulog juga menyiapkan stok untuk berbagai program pemerintah, seperti bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Gerakan Pangan Murah bersama Pemkab Cianjur.
“Program bantuan pangan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara SPHP memastikan warga bisa mendapatkan beras dengan harga yang stabil. Sejauh ini kondisi di Cianjur tetap kondusif,” katanya.
Tidak hanya stok yang berlimpah, kinerja Bulog Cianjur dalam penyerapan gabah petani juga melampaui target nasional. Hingga Desember 2025, realisasi penyerapan mencapai 59 ribu ton GKP, atau 139 persen dari target pusat yang ditetapkan sebesar 42 ribu ton.
“Alhamdulillah, penyerapan GKP melebihi target berkat kerja sama baik dengan mitra dan para petani. Dengan capaian ini, pengelolaan stok bisa tetap terjaga dengan aman,” pungkas Jajang.***

