1.326 Inovasi Terkumpul, Kota Sukabumi Bidik Pertahankan Predikat Daerah Terinovatif

Wakil Wali Kota Sukabumi menghadiri rapat di Bappeda dan membahas berbagai isu strategis. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi terus mematangkan pelaksanaan program inovasi daerah. Hingga saat ini, sebanyak 1.326 inovasi dari seluruh perangkat daerah telah dihimpun dan masuk dalam basis data internal.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, mengatakan ribuan inovasi tersebut berasal dari berbagai sektor. Mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kecamatan, hingga unit layanan seperti puskesmas dan sektor pendidikan.

“Saat ini kami sedang menghimpun sekaligus memverifikasi kelengkapan data. Jumlah inovasi yang masuk hampir mencapai 1.326 dari seluruh SKPD, kecamatan, hingga layanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Hasan kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, tahap yang sedang dilakukan saat ini adalah penyempurnaan data agar seluruh inovasi memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri.

Proses input data secara resmi rencananya akan dimulai pada Juli mendatang, bersamaan dengan dibukanya sistem pendataan inovasi daerah oleh Kemendagri.

“Target kami, sekitar 70 hingga 80 persen dari total inovasi bisa terverifikasi sebagai inovasi yang memenuhi syarat. Artinya, ada sekitar 900 inovasi lebih yang diharapkan lolos,” jelasnya.

Hasan menambahkan, sebagian inovasi yang dihimpun merupakan pengembangan dari program sebelumnya yang telah disempurnakan. Selain itu, terdapat pula inovasi baru yang sudah diterapkan di lapangan dan kini tengah disiapkan untuk proses penilaian.

Menurutnya, setiap inovasi memiliki kesempatan untuk didaftarkan dalam kurun waktu dua tahun. Jika belum lolos pada tahun pertama, inovasi tersebut masih dapat diajukan kembali pada tahun berikutnya, termasuk inovasi yang sebelumnya sudah pernah didaftarkan.

“Semua data saat ini masih tersimpan di database Litbang Bappeda. Setelah sistem Kemendagri dibuka pada Juli, baru akan kami input secara resmi,” katanya.

Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan dapat mempertahankan predikat sebagai daerah terinovatif yang sebelumnya berhasil diraih dalam ajang penghargaan inovasi daerah tingkat nasional.

“Tahun lalu kita sudah mencapai level tertinggi sebagai daerah terinovatif. Target utama kami tentu mempertahankan capaian tersebut,” ungkapnya.

Dalam proses penilaian, lanjut Hasan, pemerintah pusat akan melakukan verifikasi lanjutan melalui kunjungan lapangan terhadap sejumlah inovasi terpilih. Biasanya, inovasi yang diuji mencakup kategori berbasis aplikasi maupun non-aplikasi untuk memastikan implementasi berjalan sesuai laporan.

“Hasil verifikasi lapangan itu akan menjadi penentu dalam penilaian akhir, apakah inovasi tersebut benar-benar berjalan atau tidak,” tandasnya.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemkot Sukabumi optimistis jumlah inovasi yang lolos verifikasi tahun ini dapat meningkat sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu kota paling inovatif di tingkat nasional.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist