Huntap Adaptif Bencana Di Kabupaten Sukabumi Diresmikan Warga Dapat Jaminan Hunian Lebih Aman

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana. Hal tersebut ditandai dengan peresmian hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kamis (16/4/2026).

Peresmian dilakukan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, didampingi Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas. Kegiatan ini turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisolok, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung Abdurachman menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Cisolok. Meskipun demikian, ia bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Sekitar 10 rumah warga hanyut akibat banjir dan longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Dudung juga mengungkapkan bahwa dirinya turut berkontribusi dalam pembangunan sejumlah unit hunian di lokasi tersebut. Bahkan, ia berkomitmen untuk menambah 10 unit rumah di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.

“Saya berharap hunian tetap yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan menjadi awal pemulihan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat hunian yang telah dibangun. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti pembangunan infrastruktur pendukung guna menunjang kenyamanan warga di lokasi relokasi.

“Kami akan mempercepat perbaikan akses jalan serta pembangunan sistem pipanisasi air bersih agar masyarakat dapat tinggal dengan lebih nyaman,” tambahnya.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, Encep Hadiana, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan hunian tersebut.

“Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga unsur Forkopimda,” pungkasnya.

Peresmian hunian tetap adaptif bencana ini menjadi simbol hadirnya negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian tempat tinggal yang aman bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat langkah menuju Kabupaten Sukabumi yang tangguh dan berdaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist